Qur'an&Sunnahالقرآن

Apa makna Surah Al-Fatihah?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas pertanyaan Anda mengenai makna Surah Al-Fatihah. Surah Al-Fatihah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam, dan para ulama telah membahasnya secara mendalam.

Makna dan Nama-nama Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah, yang berarti "Pembuka", adalah surah pertama dalam Al-Qur'an. Ia juga dikenal dengan banyak nama lain, yang menunjukkan kemuliaannya. Beberapa nama tersebut antara lain:

  • Fatihatul Kitab (فاتحة الكتاب): Dinamakan demikian karena menjadi pembuka dalam penulisan mushaf dan dalam pembacaan salat (Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P143; Ibn Katsir, Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, V01/P100; Tabari, Câmiü'l-Beyân, V01/P103).
  • Ummul Qur'an (أم القرآن) / Ummul Kitab (أم الكتاب): Disebut demikian karena ia adalah induk atau pokok dari Al-Qur'an. Ada beberapa alasan untuk penamaan ini:
    • Karena mengandung pokok-pokok penting dari seluruh Al-Qur'an, seperti keesaan Allah, hari akhir, kenabian, dan takdir (Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P143-V01/P144).
    • Karena seluruh kitab-kitab samawi pada intinya kembali kepada tiga hal: pujian kepada Allah, ibadah, dan pencarian pengalaman spiritual. Al-Fatihah mencakup ketiganya (Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P143-V01/P144).
    • Karena ia adalah awal dan dasar dari Al-Qur'an, sebagaimana Mekah disebut "Ummul Qura" (induk kota-kota) karena menjadi asal mula bumi (Tabari, Câmiü'l-Beyân, V01/P106; Ibn Hajar, Fethu'l-Bârî, V08/P155).
    • Namun, perlu dicatat bahwa sebagian ulama seperti Hasan Al-Basri dan Ibn Sirin memakruhkan penamaan ini, karena mereka menganggap "Ummul Kitab" lebih merujuk pada Lauhul Mahfuz (Ibn Katsir, Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, V01/P100).
  • As-Sab'ul Matsani (السبع المثاني): Artinya "Tujuh Ayat yang Diulang-ulang". Dinamakan demikian karena:
    • Terdiri dari tujuh ayat (Kurtubi, el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân, V01/P130).
    • Diulang-ulang dalam setiap rakaat salat (Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P145; Tabari, Câmiü'l-Beyân, V01/P107).
    • Merupakan anugerah khusus dari Allah untuk umat Nabi Muhammad ﷺ, yang tidak diturunkan kepada umat sebelumnya (Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P145).
  • As-Shifa (الشفاء): Disebut sebagai penyembuh dari segala racun (Ibn Katsir, Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, V01/P100; Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P146).
  • Ar-Ruqyah (الرقية): Disebut sebagai bacaan ruqyah (penyembuhan) (Ibn Katsir, Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, V01/P100).
  • Al-Kafiyah (الكافية): Cukup dan mencukupi, artinya ia mencukupi dari surah-surah lain, sementara surah lain tidak mencukupinya (Ibn Katsir, Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, V01/P100; Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P146).
  • Al-Wafiyah (الوافية): Sempurna, karena tidak bisa dibagi dua dalam salat (Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P146).
  • Al-Asas (الأساس): Dasar, karena merupakan awal dan dasar Al-Qur'an (Razi, Mefâtîhu'l-Gayb, V01/P146).

Kandungan Makna Surah Al-Fatihah

Secara garis besar, Surah Al-Fatihah mengandung pujian kepada Allah (Alhamdulillah), pengakuan atas kepemilikan-Nya atas alam semesta (Rabbil 'alamin), dan pengakuan atas sifat-sifat-Nya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Ar-Rahmanir Rahim) serta Maha Kuasa atas hari pembalasan (Maliki yaumiddin). Kemudian, ia berisi pengakuan ibadah hanya kepada Allah (Iyyaka na'budu) dan permohonan pertolongan hanya kepada-Nya (Iyyaka nasta'in). Puncaknya adalah doa untuk memohon petunjuk ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan tersesat (Ihdinas shiratal mustaqim...) (Kurtubi, el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân, V01/P130; Tabari, Câmiü'l-Beyân, V01/P133-V01/P144).

Semoga penjelasan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai makna Surah Al-Fatihah. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber

  • Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân (s. V01/P107)
  • Fahreddin Râzî — Mefâtîhu'l-Gayb (s. V01/P143–V01/P144)
  • İbn Kesîr — Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm (s. V01/P100–V01/P101)
  • Taberî — Câmiü'l-Beyân (s. V01/P103–V01/P108)
  • İbn Hacer — Fethu'l-Bârî (Buhârî şerhi) (s. V08/P155–V08/P156)
  • Fahreddin Râzî — Mefâtîhu'l-Gayb (s. V01/P145–V01/P146)
  • Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân (s. V01/P130)
  • Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân (s. V01/P064)
  • Beğavî — Meâlimü't-Tenzîl (Tefsîrü'l-Beğavî) (s. V01/P045–V01/P049)
  • Fahreddin Râzî — Mefâtîhu'l-Gayb (s. V01/P016)
  • Taberî — Câmiü'l-Beyân (s. V01/P133)
  • Taberî — Câmiü'l-Beyân (s. V01/P133–V01/P142)

Jawaban hanya bersandar pada sumber klasik domain publik dan menyebutkannya. Untuk masalah pribadi, mohon bertanya kepada ulama yang berkompeten.

Pertanyaan